Teror Makanan Lezat Dari Sahabat

Salah satu perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan tidak menyenangkan adalah mengirimkan foto makanan lezat kepada seseorang yang telah lebih 12 bulan tidak makan makanan yang sangat disukainya itu. Apalagi bila orang tersebut berada di luar daerah atau negeri, yang sama sekali tidak mungkin untuk memperoleh makanan yang fotonya dikirimkan tsb.

Pelaku perbuatan itu, siapa lagi kalau bukan teman dekat yang sebelumnya sering makan bareng. Mereka sangat tahu apa saja makanan favoritku. Rio adalah pelaku pertama, teman kantor ini sangat tahu aku suka sekali nasi kikil plus pete dari warung padang Sari Bundo. Rasa makanan dari restoran sebelah kantor ini bisa dibilang “dahsyat”. Walau harganya mahal, makanan dari Sari Bundo hampir tiap minggu menghiasi meja makan siang kami, maklum saja karna menu dari Sari Bundo sering jadi pilihan jamuan rapat di kantor kami. Udah rasanya dahsyat, gratis pula, yaa.. meski harus menanggung risiko peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.

Pelaku kedua adalah Rama, sahabat yang sering mengajak makan dan nraktir, maklum orang tajir. Rama sangat tahu kalo aku suka makan megono. Makanan khas kota Pekalongan dan Batang ini terbuat dari gori atau nangka muda dibuat seperti urap. Biasanya dimakan dengan nasi dengan lauk tempe goreng, dara goreng, otot atau petai mentah. Jika kesemua lauk pelengkap itu ada dan dinikmati dg teh poci sambil lesehan di warung langganan pinggir jalan Watesalit, mungkin kata2 yang tepat untuk menjelaskan kenikmatannya adalah “surga yang tersembunyi di balik sebungkus nasi”. Maka  mengirimkan foto atau bahkan sekedar kabar sedang makan itu bisa dianggap lebih dari perbuatan yang tidak menyenangkan, namun masuk kategori Teror.

Teman2 badung itu tahu kalo di Turki tidak ada makanan-makanan favoritku itu. Mereka menertawakan makan siang di kampusku yang pernah aku kirim fotonya yaitu ikan goreng dengan çorba (tanpa nasi).

image

Foto: ikan goreng tanpa nasi

Sepertinya memang ada kepuasan tersendiri ketika membuat orang lain menderita dengan mengirimkan foto makanan lezat. Kepuasan mereka itu mungkin sama dengan yang dirasakan oleh orang yang gemar mem-bully temannya atau bahkan kepuasan pelaku teror bom. Semoga Allah mengampuni mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s