Keteguhan Prinsip ala Pellegrini

Jelang final Capital One Cup lalu, muncul perdebatan di antara fans City tentang siapa yang layak berada di bawah mistar gawang City. Perdebatan ini tak lain dipicu oleh kesalahan yang dibuat Willy Caballero yang dipercaya oleh Pellegrini menjaga gawang city dalam pertandingan melawan Chelsea di ajang Piala FA (21/2). Saat itu Caballero membuat dua kesalahan tak perlu, yang berkontribusi pada kekalahan telak City  dari Chelsea.

Caballero adalah kiper kedua yang diplot oleh Pellegrini untuk menjaga gawang City di ajang Capital One Cup. Sementara itu kiper pertama City, Joe Hart, telah diplot oleh Pellegrini untuk mengamankan gawang City untuk Liga Primer dan Liga Champions.

Dengan penampilan buruk Caballero saat  melawan Chelsea (21/2), banyak fans dan pengamat menyangsikan kemampuan Caballero untuk diturunkan sebagai penjaga gawang di final Capital One Cup melawan Liverpool pada hari Minggu (28/2). Beberapa judul kolom yang mendorong Pellegrini untuk menurunkan Joe Hart pun muncul, misalnya “Pellegrini’s Selection of Willy Caballero Likely to Cost Manchester City Cup Glory” atauManchester City Should Ditch Caballero for Hart in cup final, says Steve MacManaman”. 

Meski banyak fans dan beberapa pengamat menyuarakan pemilihan Joe Hart menjaga gawang City melawan Liverpool, pada akhirnya Pellegrini tetap pada pendiriannya memberikan kepercayaan kepada Caballero. Dalam konferensi pers sehari sebelum pertandingan, Pellegrini mengatakan:

“I don’t change the way I think. We won this cup two years ago with Pantilimon playing the whole competition so I see no reason to change. I know the mentality of all the players. .. I know about the change in the FA Cup final in 2013 but they didn’t win the Cup. Every manager can think which is the best way to win a title. I manage a team in my own way of thinking. That is the best way to do it and I don’t change it.” (Pellegrini)

Keteguhan seorang Pellegrini atas prinsipnya tersebut memang di satu sisi dapat menjaga hubungan para pemain dan pelatih di “ruang ganti” namun di sisi lain telah membuat ketar-ketir para fans.

Benar saja, saat pertandinganFinal Capital One Cup berlangsung, komentator di siaran pertandingan ikut berkomentar meragukan kemampuan Caballero.  Dalam pertandingan waktu normal 90 menit, gawang Caballero kebobolan satu kali di menit-menit akhir yang membuat skor menjadi imbang dan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Saat “extra time” itulah komentator mengira Pellegrini akan mengganti Caballero dengan Joe Hart, melihat sepertinya pertandingan akan berlanjut ke adu penalti. Namun bukan Joe Hart yang dimasukkan Pellegrini sebagai pemain pengganti terakhir, namun Wilfried Bony.

Keputusan yang diambil oleh Pellegrini tak mengganti Caballero mulai terjawab saat di extra time Caballero berhasil menyelamatkan gawang City dari tendangan Divock Origi dari depan mulut gawang City. Penyelamatan yang membuat ribuan pendukung Liverpool secara kompak mengumandangkan “uuhhhhh” sebagai ekspresi kecewa, sementara ribuan pendukung City juga secara kompak mengumandangkan “uuhhhhh” sebagai ekspresi lega gawangnya bisa diselamatkan di tengah detik-detik krusial yang menegangkan itu.

Pertaruhan “prinsip” Pellegrini memasang Caballero baru benar-benar terjawab saat pertandingan berlanjut pada adu penalti. Caballero berhasil menghalau tiga tendangan dari Lucas, Philippe Coutinho dan Adam Lallana. Keberhasilan Caballero itu membuat tendangan penalti Yaya Toure menyudahi pertandingan yang mengantarkan City menjuarai Capital One Cup 2016. Dan, para pemain City tak mengejar Yaya Toure yang melepas kaos dan mengekspresikan kemenangan, namun mereka mengejar Caballero untuk mengekspresikan kemenangan bersama. Mereka tahu, Caballero-lah pahlawan kemenangan di Final itu. Caballero berhasil membayar kepercayaan yang diberikan oleh Pellegrini.

Berbicara setelah pertandingan, Pellegrini mengklaim bahwa dia tak pernah ragu dengan prinsip dan janjinya kepada Caballero. “I preferred to lose the title than lose the word (of picking him),” ujar Pellegrini.

Tidak banyak orang yang mampu mempertahankan ucapan atau prinsipnya di tengah tekanan yang sangat besar.  Pellegrini memberikan teladan yang baik bagaimana janji dan prinsip benar-benar dilaksanakan. Hal itu pula yang membuat Caballero berhasil tampil percaya diri dan menjawab kepercayaan yang telah diberikan Pellegrini.

Pellegrini menjadi pemenang tidak hanya di lapangan tapi juga dalam keteguhan prinsip.

 

MW, 29 Februari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s