Kecap dari Istanbul

Selama kurang lebih 20 bulan hidup di Konya, kecap menjadi kebutuhan dapur yang sangat penting bagi kami untuk tetap bisa menghadirkan rasa makanan Indonesia.

Saat datang ke Konya Agustus 2014 lalu, kami hanya membawa 6 sachet 620ml-an kecap. Ternyata karena seringnya kegiatan PPI Konya, pengajian bulanan dan acara lain di rumah, membuat kecap yang kami punya begitu cepat habis hanya dalam beberapa bulan. Yang unik adalah saat stock kecap akan habis, ada teman dari Indonesia yang datang ke Konya hingga kami bisa nitip kecap.

Kejadian seperti itu berulang, setiap kecap akan habis ada saja teman dari Indonesia yg berkunjung ke Konya. Setidaknya ada 4 teman yang datang ke Konya dalam jangka 18 bulan. Selama waktu itu pula kami tetap dapat menghadirkan cita rasa Indonesia, dalam wujud bakso, sate, soto, kaldu kokot dsb.

Setelah 20 bulan berada dalam kecukupan kecap, tepat di awal musim semi ini ternyata stock kecap kami tak cukup, sementara tak ada kabar tamu yg akan datang ke Konya. Padahal musim semi adalah waktu yg sangat menyenangkan untuk bakar2an (mangal) di taman. Apalagi bau harum lezat asap mangal mulai sering tercium dari taman-taman.

Tak ada pilihan lain, kami harus memesan kecap dari teman di Istanbul. Di istanbul ada kecap asli Indonesia.

image

Foto: kecap ABC dari Istanbul

Kecap itu oleh teman satu botolnya dihargai 23 TL. Karena terpepet oleh kebutuhan, kami pun membeli kecap tersebut meski harganya bisa dibilang lumayan mahal. Mahal karena belum termasuk ongkos kirim.

Yang unik dari kecap ABC itu adalah, meski kita tahu bahwa kecap ABC adalah produk Indonesia, namun ternyata kecap itu diimpor oleh perusahaan di Turki dari Thailand.

image

Foto: kecap diimpor dari Thailand

Selama ini memang di Konya pun sebenarnya bahan-bahan seperti krupuk, saos sriracha, sambal pantai dsb ada di jual di Metro dan semuanya adalah produk-produk Thailand.

Pertanyaannya adalah kenapa produk yang benar-benar diproduksi di Indonesia, seperti kecap ABC, harus melalui tangan Thailand dulu sblm sampai ke Turki? Kenapa perusahaan di Indonesia tidak mengekspornya langsung ke Turki dari Indonesia. Sebenarnya produk-produk Indonesia lain seperti saos pedas, krupuk, dsb sangat berkualitas dan mampu bersaing dg produk-produk Thailand yg menggunakan bahasa Indonesia (seperti saus pantai, sambel oelek, dsb).

Mungkin pengusaha2 di Indonesia sedikit kurang gesit dibanding pengusaha Thailand. Sama nasibnya seperti timnas bola kita yang selalu tertinggal dari timnas Thailand. Wallahu’alam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s