Batang Berkembang

Sebagai orang yang dilahirkan di Batang, baru kali ini saya lihat Batang sering nongol di media nasional. Entah karena kesuksesan Bupati, strategi media, atau doa dari orang-orang saleh yang tiada henti mendoakan Batang, yang jelas saya ikut merasa senang Batang jadi lebih dikenal di kalangan masyarakat Indonesia.

Setidaknya nanti saya tidak perlu lagi membawa-bawa nama Pekalongan saat memperkenalkan diri kepada teman baru (terutama dari luar Jawa Tengah), sebagaimana dulu sering saya lakukan. Dulu karena Batang belum dikenal, teman baru sering tidak tahu Batang ada di mana. Saat disebut nama Pekalongan, mereka jadi lebih mengerti lokasi Batang.

Sudah hampir 2 tahun saya meninggalkan Batang. Saya tidak tahu bagaimana kondisi Batang sejak dua tahun lalu.

Dua tahun lalu, saat saya kembali ke Batang untuk berlebaran, kondisinya masih belum ada yang spesial. Jalan raya masih biasa-biasa belum ada yang berubah sejak 10 tahun lalu. Gedung-gedung di pusat kota belum banyak berubah. Hiburan masyarakat masih terbatas, sehingga banyak orang pergi ke Pekalongan. Transportasi publik juga belum ada yang baru, macam bus modern pengganti angkot atau jayadipa pratama yang legendaris itu. Bahkan untuk menikmati indahnya pantai sigandu pun saya harus kesusahan karena jalannya rusak.

Saat itu, tetangga saya yang pejabat di pemda Batang menceritakan bahwa Bupati yang baru masih kesulitan dengan jabatan barunya, hingga “katanya” kurang disukai oleh beberapa pejabat di pemda. Tetangga saya yang pejabat ini juga saya lihat masih berurusan dengan serangan-serangan santet dari pengusaha-pengusaha nakal Batang yang tidak terima proyek yang selama bertahun-tahun dipegang lepas karena kebijakannya. Selama ini ternyata para pemborong yang terkenal kaya raya di Batang itu hidup dan memperkaya diri dari proyek-proyek pembangunan publik, pikir saya saat itu. Rumah mereka sungguh mewah dibanding rumah orang Batang pada umumnya. Agak pesimis mendengar preman-preman proyek ternyata juga eksis di Batang, namun ada rasa optimis saat tahu ada keberanian untuk membabat praktek-praktek proyek yang selama ini dikuasai preman-preman itu (meski pejabat pemda harus jadi korban serangan santet dan teror langsung lainnya). Itulah yang saya pahami dua tahun lalu tentang Batang.

Akhir tahun 2015, Bupati Batang mulai muncul ke “permukaan” nasional saat memenangkan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2015 dan tampil di program acara Mata Najwa. Sejak saat itulah berita tentang Batang di media nasional sering muncul. Apalagi dengan munculnya Surat Edaran Bupati Batang tentang Himbauan Melaksanakan Shalat Berjamaah Lima Waktu, yang disebarkan secara masif di media sosial, membuat nama Batang jadi lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pak Bupati Yoyok pun sering tampil di  televisi nasional, bahkan sempat dibahas di media macam detik tentang kemungkinan maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta (link berita di sini).

image

Capture berita bupati Batang

Terus terang saya sebagai orang Batang saat ini masih penasaran kenapa pemberitaan di media macam detik.com tentang Batang demikian sering. Berita-berita itu misalnya:

http://news.detik.com/berita/3063476/kisah-bupati-batang-yoyok-diusir-sopir-dan-bertampang-ajudan

http://news.detik.com/berita/3109211/kisah-bupati-batang-tak-pakai-voorijder-nyetir-sendiri-dan-bebas-ditemui-rakyat

http://news.detik.com/berita/3184283/ini-aksi-panggung-bupati-yoyok-saat-bernyanyi-di-alun-alun-batang

http://news.detik.com/berita/3184265/batang-art-festival-mampu-mempererat-persaudaraan-di-pantura

http://news.detik.com/berita/3179796/bupati-batang-dan-sepatu-sobek-andalannya

http://news.detik.com/berita/3179248/bupati-batang-tantang-kades-lapor-anggaran-ke-warga-setiap-salat-jumat

http://news.detik.com/berita/3183432/dibangun-hari-ini-di-batang-layar-raksasa-untuk-tampilkan-penggunaan-apbd

http://news.detik.com/berita/3183567/rencana-bupati-batang-bangun-videotron-transparansi-sempat-ditertawakan

http://news.detik.com/berita/3183349/bupati-yoyok-bersyukur-batang-mulai-dikenal-dan-keluar-dari-kemiskinan

Melihat intensitas berita tentang Bupati Batang yang sangat sering di detik.com, mungkin saja  memang tema tentang “Batang” telah membuat publik pembaca detik.com menjadi penasaran sehingga mengundang banyak pembaca untuk ngeklik. Atau mungkin juga ada wartawan di detik.com yang disuplai bahan berita yang oke dari orang di Batang sendiri sehingga memudahkan tugasnya mengupload berita menarik tentang daerah.  Wallahualam.

Yang jelas kini setelah sering tampil di media, Bupati Batang pun menjadi sangat pede, termasuk mengajak masyarakat mengubah slogan Batang “Berkembang” yang telah bertahun-tahun melekat pada Batang. Berkembang dianggap sebagai “belum maju” sama seperti pengertian negara berkembang yang dihadapkan pada negara maju.

Terlepas dari urusan pembangunan dan sebagainya, keberhasilan sering tampil di media sepertinya telah memunculkan gairah baru bagi masyarakat Batang sendiri. Bukankah popularitas adalah salah satu hal yang begitu dikejar oleh manusia, hingga manusia merasakan kebahagian tersendiri bila dikenal banyak orang. Masyarakat Jakarta, Yogyakarta, atau Medan tentu sudah biasa bila kotanya nongol di media massa. Tapi bagi masyarakat Batang yang belum dikenal oleh masyarakat luas, bisa sering muncul di media adalah sesuatu yang spesial. Aku wong mbatang lho..  Salam megono.

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s