Melawan Ngantuk

Salah satu musuh utama dalam perjuangan manusia mencapai kebaikan adalah ngantuk. Meskipun ngantuk adalah proses alamiah dalam tubuh manusia yang katanya harus dipenuhi dengan tidur, namun hampir semua orang arif yg pernah saya temui berkata bahwa untuk mencapai kemuliaan, seseorang setidaknya harus sedikit tidur dan sedikit makan. Bagaimana bisa sedikit tidur bila tidak bisa melawan ngantuk? Bahkan sebenarnya perkara makan dengan tidur dan ngantuk memiliki korelasi, karena dengan banyak makan orang akan cenderung mengantuk dan lebih banyak tidur. Maka dengan sedikit makan, akan sangat membantu mengurangi serangan ngantuk.

Tidak perlu melihat pada ulama-ulama besar untuk tahu bagaimana efek sedikit tidur bagi seseorang. Dalam perjuangan melawan ngantuk saat belajar dini hari, saya sering membuka youtube dan nonton bagaimana orang-orang, terutama musisi, bekerja keras melakukan rekaman atau membuat karya mereka. Mendengar cerita mereka yang sering bekerja sampai pagi dan hasilkan karya yg sangat bagus, bisa membuat saya termotivasi untuk mengalahkan rasa ngantuk.

Kalo seseorang telah menemukan “rasa sejati” dalam apa yang dijalani, misalnya musisi menemukan rasa dlm membuat karya atau orang soleh menemukan rasa dalam dzikir melek wengi, sepertinya nikmatnya tidur panjang telah tergantikan oleh nikmatnya menemukan rasa sejati itu. Tentu saja ini berlaku bagi siapa saja, pelajar seperti saya, atau mungkin pemancing seperti anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s