Straight Edge 

Saat segala gaya hidup yang datang dari barat diangggap keren, maka apapun bentuknya entah baik atau buruk akan terjadi proses duplikasi gaya hidup barat baik dari pakaian, musik, minuman, film, dsb. 

Saat muda dulu (SMA maksudnya), di kalangan anak-anak SMP SMA muncul gairah utk ngeband, masuk studio musik, dan tampil dari panggung ke panggung festival band. Namanya anak muda, kiblat bermusik waktu itu (mungkin sampe skg) ya mana lagi klo bukan Amerika. Agak ga keren dong klo kiblat musik ke Arab Saudi, emangnya mau sembahyang. Nah dalam berkiblat musik itu, tidak hanya cara bermain musiknya yg diikuti, tetapi juga style pakaian, gaya hidup, dsb. Tidak heran klo byk anak muda waktu itu byk yg berpakaian ala rocker atau punk, hidung atau tlinga byk ditindik, minum alkol, ngedrug, sex bebas, dsb.

Di tengah arus baratisasi itu, ada org2 yg masih ingin mempertahankan prinsip-prinsip hidup yg diajarkan orang tua dan agamanya. Jd ngeband okelah, tapi say no to alkohol, drug dan sex bebas. Namun, terkadang mereka ini susah ketika ingin menjalankan prinsip2nya terutama klo make alesan agama, biasanya dianggep sok suci. Nah klo ngadepin situasi kyk gini, cara yg paling ampuh adalah dg menggunakan style atau bahasa yg juga datang dari Barat. Waktu itu di Amerika juga lagi ngetrend gaya hidup straight edge, yang para rocker beken kagak mau make alkohol, narkoba atau ngesex bebas (listnya bisa ditemuin di sini https://en.m.wikipedia.org/wiki/List_of_people_who_follow_a_straight_edge_lifestyle). Biasanya klo itu temen emang rocker yg belajar rock/punknya ga setengah-setengah, dia bakalan ngerti straight edge dan kemudian bisa memahami dg cepat klo kita ga mau minum alkohol seperti dia. 

Entah lah, mungkin ini bisa jd sebuah hipotesis: semakin banyak dalil agama digunakan untuk menolak gaya hidup barat akan semakin kuat resistensi dari para pendukung gaya hidup barat itu sendiri. Semakin byk dalil gaya hidup lain yg juga datang dari barat semakin mudah penerimaan (pemahaman) oleh para pendukung gaya hidup barat. — coba deh hipotesis ini diujikan pada pendukung awkarin.
Wallahu’alam

Advertisements

One thought on “Straight Edge 

  1. Bersyukur kita msh memegang ajaran orgtua & agama kita, smoga ttp istiqomah.. bgitu jg dgn kturunan2 & org2 terdekat kita.. aamiin.

    Br tau nih ada gaya hidup straight edge… & bnr jg, kynya anak2 jmn skrg yg ala2 awkarin harus tau ini klo ga mempan dcekokin sm ilmu2 agama..hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s