Selamat Natal dan Perebutan Ummat

Tak apalah saat hari raya idul fitri, sebagian tokoh kaum nasrani mengucapkan selamat berhari raya kepada kaum muslimin, demikian pula saat 25 Desember sebagian kaum muslim mengucapkan selamat natal. Ucapan selamat seperti itu kadang hanyalah sebentuk seremonial atau sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat, karena pada kenyataannya “pertarungan” untuk memperebutkan “ummat” tetap saja terus terjadi.

Perebutan “ummat”, di satu pihak dibungkus dalam semangat “menyelamatkan domba-domba yang tersesat”, dan di pihak yang lain sering disebut dengan “dakwah” atau sebenarnya lebih sering merupakan upaya reaktif atas semakin banyaknya “domba-domba yang murtad”, merupakan sesuatu yang tidak bisa dicegah karena bagaimanapun hal itu merupakan tugas suci yang diemban oleh kedua belah pihak. Segala cara bisa digunakan dalam perebutan “ummat” itu, bahkan dengan cara-cara yang kalau dalam pemilu sering disebut dengan “money politics”, karena membagikan sembako, uang, atau bantuan apapun dengan maksud untuk memperoleh pengaruh dari mereka yang dibantu tersebut (yang sebagian memang secara “aqidah” dapat disebut sebagai “massa mengambang”)

Tapi jangan sekali-kali membicarakan soal perebutan “ummat” itu terutama jika anda sedang memakai baju pejabat publik. Anda akan dituduh SARA dan mengancam kerukunan atau bahkan kebhinekaan. Biarlah pada level permukaan, kerukunan dan toleransi menjadi semacam etalase yang menampilkan keindahan, sementara pada level bawah perebutan “ummat” menjadi sebuah pertarungan suci yang berlangsung abadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s