Tentang Muji Wikarto

Nama mujiwikarto yang saya gunakan sbg nama blog ini saya ambil dari nama dua kakek saya yaitu mbah Muji Wiryo dan mbah Soma Wikarto. Mbah Muji adalah kakek dari Bapak saya, sementara Mbah Soma dari Ibuk. Banyak inspirasi yg telah saya peroleh dari kedua kakek saya ini. Dengan memberi nama dg nama kakek, menjadi cara bagi saya untuk mengingat dan meneladani karakter kakek saya tersebut terutama tentang kerendah hatian, pengabdian, dan ketulusan.

Hari ini, 14 Februari 2017, mbah Muji Wiryo meninggal dunia setelah beberapa bulan terbaring di tempat tidur karena sakit tua. Dua minggu lalu saat saya menjenguk Mbah Muji, beliau sudah tidak mengenali lagi anggota keluarganya. Dalam usia lebih 80 tahun, kepikunan telah lama menghampiri Mbah Muji. Satu persatu anggota keluarga mulai pergi dari ingatan, kecuali dua orang yang sehari-hari merawat beliau. Kini setelah berbulan-bulan melawan sakit, beliau akhirnya dipanggil oleh Allah SWT ke tempat istirahat terbaik di sisi-Nya.

Salah satu kejadian yg sering terkenang atas mbah Muji Wiryo adalah kemampuan beliau dalam pengobatan tradisional. Di sekitar tahun 90-an awal, mas saya pernah mengalami sakit gatal pada kulitnya. Sudah ke dokter tetapi belum bisa nyembuhin sakitnya itu. Nanya ke orang yg ngerti obat tradisional di Batang juga ga bisa melunturkan penyakitnya. Pada saat pulang kampung lebaran, mbah Muji melihat penyakit yg dialami mas saya itu, lalu meminta Bapak mencari daun tertentu di kebun kemudian ditumbuk dan dioleskan pada kulit yg gatal pd mas saya. Alhamdulillah atas ijin Allah, metode pengobatan yg disarankan mbah Muji itu telah mampu menghilangkan sakit kulit yang dialami mas saya.

Mbah Muji bukanlah dukun, tokoh spiritual, atau atribut lain yg membuat orang2 kampung menganggap beliau sbg org pintar. Sama seperti kebanyakan orang di era sebelum baby boom, generasi x atau y, tempaan hidup dan kebutuhan hidup pada jaman itu menuntut seseorang utk dapat survive dengan kearifan lokal yg blm byk tersentuh pengobatan modern atau bahkan tibun nabawi dan sejenisnya. Jadilah orang-orang kampung yg lahir setelah generasi mbah Muji, tak sedikit yg datang ke rumah utk meminta saran pengobatan jika ada anggota keluarganya yg sakit.

Hari ini orang2 di kampung Giri Mulyo, Kulon Progo telah kehilangan salah satu anggota keluarganya yg dituakan dan telah sedikit byk membantu kehidupan kampung. Selamat jalan mbah Muji Wiryo, semoga Allah SWT mengampuni simbah dan merahmati simbah utk bergabung bersama orang-orang saleh di Surga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s